News

Nezar Djoeli : Pemkab Tapsel dan Kementrian Harus Kaji Ulang Ijin PT NSHE

JaringanNews, Medan – Politisi senior partai NasDem Nezar Djoeli sangat menyayangkan peristiwa insiden excavator yang terseret longsor ratusan meter milik PT Nort Sumateta Hidro Energi (NSHE) ke dasar sungai Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan . Menurut nya proyek tersebut  perlu dikaji ulang terutama soal perijinan yang telah di keluarkan oleh Pemkab Tapsel dan Kementrian Energi dan Minerba, serta Kementrian Lingkungan Hidup dan dinas Lingkungan Hidup Kabupaten  Tapsel.

“Analisa untuk  mengeluarkan izin AMDAL nya yang kita harus lihat. Ini menunjukkan adanya ketidakberesan dalam pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kementrian terkait dengan PT NSHE. “Kata Nezar Djoeli kepada wartawan dikantor sekretariat perkumpulan masyarakat demokrasi 14 Jalan Armada Medan.

Menurutnya kenapa hal ini bisa terjadi . apakah Perusahaan pembangkit listrik tenaga air itu yang nakal atau dalam menerbitkan izinnya diduga ada kong kalikong antara pihak-pihak terkait

“BNPB harus cepat bertindak dan segera lakukan evakuasi orang-orang dan  disekitar jalur sungai yang terganggu akibat longsor itu. Karena memang sangat rawan dengan kondisi yang terjadi saat ini ,apalagi curah hujan yang saat ini dengan intensitas sangat tinggi bisa-bisa mengakibatkan banjir bandang nantinya. “Ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 lalu ini menyebutkan Pemkab Tapsel dan perusahaan harus bertanggung jawab atas peristiwa ini dan pihak kementrian harus tegas dan tinjau kembali perizinan PT NSHE bila perlu hentikan kegiatan pengerjaan dilapanggan sampai batas waktu yang ditentukan atau sampai proses  investigasi dari pihak berwajib selesai atas peristiwa tersebut.

“Apabila dianggap perlu maka cabut izin dari perusahaan. Presiden dan Kapolri, juga kita minta  harus tanggap dalam situasional ini. Karena ini  menyangkut hajat hidup orang banyak. Apalagi kita ketahui daerah Tapanuli Selatan merupakan kampung halaman dari besannya pak presiden RI. Bupati Tapsel harus bertanggung jawab penuh, jangan sampai timbul bencana baru di Sumatera Utara sehingga semua menjadi  repot nantinya. “Tutup Nezar yang juga sekertaris perkumpulan masyarakat demokrasi 14.

 

insiden excavator yang terseret longsor ratusan meter milik PT Nort Sumateta Hidro Energi (NSHE) ke dasar sungai Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan . Menurut nya proyek tersebut   perlu dikaji ulang terutama soal perijinan yang telah di keluarkan oleh Pemkab Tapsel dan Kementrian Energi dan Minerba, serta Kementrian Lingkungan Hidup dan dinas Lingkungan Hidup Kabupaten  Tapse.

“Analisa untuk  mengeluarkan izin AMDAL nya yang kita harus lihat. Ini menunjukkan adanya ketidakberesan dalam pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kementrian terkait dengan PT NSHE. “Kata Nezar Djoeli kepada wartawan dikantor sekretariat perkumpulan masyarakat demokrasi 14 Jalan Armada Medan.

Menurutnya kenapa hal ini bisa terjadi . apakah Perusahaan pembangkit listrik tenaga air itu yang nakal atau dalam menerbitkan izinnya diduga ada kong kalikong antara pihak-pihak terkait

“BNPB harus cepat bertindak dan segera lakukan evakuasi orang-orang dan  disekitar jalur sungai yang terganggu akibat longsor itu. Karena memang sangat rawan dengan kondisi yang terjadi saat ini ,apalagi curah hujan yang saat ini dengan intensitas sangat tinggi bisa-bisa mengakibatkan banjir bandang nantinya. “Ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 lalu ini menyebutkan Pemkab Tapsel dan perusahaan harus bertanggung jawab atas peristiwa ini dan pihak kementrian harus tegas dan tinjau kembali perizinan PT NSHE bila perlu hentikan kegiatan pengerjaan dilapanggan sampai batas waktu yang ditentukan atau sampai proses  investigasi dari pihak berwajib selesai atas peristiwa tersebut.

“Apabila dianggap perlu maka cabut izin dari perusahaan. Presiden dan Kapolri, juga kita minta  harus tanggap dalam situasional ini. Karena ini  menyangkut hajat hidup orang banyak. Apalagi kita ketahui daerah Tapanuli Selatan merupakan kampung halaman dari besannya pak presiden RI. Bupati Tapsel harus bertanggung jawab penuh, jangan sampai timbul bencana baru di Sumatera Utara sehingga semua menjadi  repot nantinya. “Tutup Nezar yang juga sekertaris perkumpulan masyarakat demokrasi 14.

Sebelumnya diketahui, sebuah alat berat (escavator) bersama operatornya penduduk Sipirok, Afwan Ritonga (38) terseret longsor ke dasar Sungai Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan dari ketinggian tebing lebih kurang 200 meter.

“Lokasi kejadiannya di titik R26 wilayah kerja PLTA Batang Toru antara Lingkungan I, Kecamatan Batang Toru dan Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok.

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Baru update

To Top