Medan

Pemerintah Diminta Serius Siapkan Fasilitas, SOP dan SDM di RS Rujukan Covid

 

JaringanNews,Medan – Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meminta pemerintah benar-benar menyiapkan semua fasilitas pendukung, mekanisme atau standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien dan sumber daya manusia (SDM) di 5 rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut.

Seperti diketahui, lima RS berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/169/2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Infeksi Emerging Tertentu, yakni RSUP H. Adam Malik, RSUD Kabanjahe, RSUD Djasemen Saragih P. Siantar, RSUD Tarutung dan RSUD Kota Padangsidimpuan.

“Pemerintah sudah menunjuk lima rumah sakit tersebut sebagai rujukan pasien Covid-19. Maunya lima RS ini betul-betul disiapkan semuanya, baik dari segi fasilitas, pelindung serta mekanisme SOP penanganan pasien,” kata Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut, dr Tuahman Fransiscus Purba kepada wartawan di Medan, Jumat (7/8/2020).

Menurut Tuahman, jika lima RS rujukan tersebut memiliki fasilitas pendukung yang lengkap dan SOP yang jelas, maka penanganan terhadap pasien menjadi lebih tepat. Seperti penanganan terhadap pasien yang gejala klinis-nya dengan Covid-19 ada, tapi diagnostiknya tidak ada.

“Kalau diagnostiknya tidak ada inikan menambah beban pemerintah, dia dirawat beberapa hari di RS karena klinisnya (gejala Covid-19,red) ada, tapi setelah dirawat beberapa hari baru keluar hasil swab PCR-nya yang dikirim ke Medan, misalkan hasilnya negatif. Nah, selama dirawat tadikan besar uang negara keluar. Belum lagi, penanganan pasien positif tapi tak ada gejala klinisnya, bagaimana penanganannya? Jangan yang demam sedikit, katanya dicovidkan. Karena tidak ada diagnostik (laboratorium PCR) dari daerah tadi. Makanya fasilitas dan SOP di lima RS rujukan ini harus jelas,” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, masalah psikososial pasien Covid-19 harus menjadi perhatian pemerintah. “Saya ini alumni Covid-19, klinis ku tidak ada apa-apa. Makanya saya bilang, masalah psikososial lebih berat daripada gejala klinisnya, oleh karena itu perlu tenaga psikolog atau psikiater untuk mendampingi pasien yang sedang dirawat agar tidak stres atau cemas,” imbuhnya.

Tuahman yakin jika fasilitas, SOP dan SDM tidak disiapkan di RS rujukan Covid-19 ini, maka penyebaran Covid-19 ini bakal panjang.

“Jangan kita siapkan makam yang banyak, tapi siapkan preventif seperti siapkan fasilitas, SOP dan SDM nya. Untuk apa ada lima RS rujukan Covid-19 di daerah, kalau laboratorium swab PCR-nya tidak ada, sampel swab harus dikirim ke Medan dulu. Saya rasa ini yang paling penting,” ucapnya.

Tuahman juga meminta pemerintah melibatkan tenaga epidemiologi dan kesehatan lingkungan. Hal ini untuk mendata atau memaparkan apa yang terjadi saat ini sehingga tahu apa yang akan dilakukan. (GB)

pasang iklan disini
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Baru update

To Top