Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak di Rumah Mantan Suami Polisi, Keluarga Korban di Medan Duga Ada Kekerasan

MEDAN – Tabir kematian seorang wanita di Perumahan Bumi Asri, Kota Medan, Sumatera Utara, yang diduga bunuh diri dengan senjata api milik mantan suaminya kini mengundang tanda tanya besar. Keluarga korban membantah keras versi bunuh diri dari kepolisian dan menduga korban menjadi korban kekerasan hingga ditembak oleh mantan suaminya yang masih berdinas aktif sebagai anggota kepolisian.

Winda Lorenza Gowasa, wanita berusia 31 tahun, ditemukan tewas di kamar mandi rumah mantan suaminya, Bripka “I-H” yang merupakan anggota Polsek Sunggal dan bertugas sebagai penyidik di Unit Reskrim, pada Minggu, 2 Agustus 2026 lalu.

Kasus ini semakin memanas setelah jenazah korban dipulangkan ke rumah duka di Jalan Perbatasan Lubuk Raya Nomor 118, Kelurahan Pulo Brayan Darat Satu, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara.

Suasana rumah duka pecah dan keluarga histeris usai membuka peti jenazah.

Pihak keluarga mengaku melihat sejumlah luka lebam di bagian wajah, leher, perut, hingga paha korban. Hal ini menimbulkan dugaan adanya tindak kekerasan sebelum korban tewas mengenaskan.

“Kami menemukan banyak luka lebam di tubuh almarhumah. mulai dari wajah, leher, perut, sampai paha. kami tidak terima kalau ini disebut bunuh diri,” ujar Sobambowo Buulolo, selaku kuasa hukum keluarga di rumah duka, Selasa (4/8/2026) malam.

Kejanggalan keluarga juga menguat lantaran adanya keterlambatan informasi yang diberikan. Keluarga kemudian tidak diizinkan melihat jenazah hingga proses autopsi dilakukan tanpa sepengetahuan keluarga inti.

Sementara itu, Polrestabes Medan memiliki versi yang berbeda.

Berdasarkan hasil olah TKP, autopsi, dan pemeriksaan laboratorium forensik, polisi menyimpulkan korban meninggal dunia akibat bunuh diri menggunakan senjata api revolver milik mantan suaminya.

“Berdasarkan olah tkp, hasil autopsi dan labfor, kami simpulkan korban meninggal karena bunuh diri dengan menggunakan senjata api revolver milik mantan suaminya,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak.

Kapolrestabes menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama mantan suami dan anaknya berada di dalam kamar. Setelah Bripka “I-H” keluar kamar, ia kembali dan mendapati tasnya terbuka serta senjatanya hilang.Hasil pemeriksaan juga menemukan adanya residu tembakan di jari, tubuh, dan baju korban.

Namun tidak ditemukan residu di tangan Bripka “I-H”. Tim forensik RS Bhayangkara juga menyatakan tidak ada tanda kekerasan lain selain luka tembak di kepala bagian kanan.Pihak keluarga tetap keberatan. Mereka membantah narasi bahwa korban datang untuk rujuk.

Menurut keluarga, kembalinya Winda ke Medan lantaran dijemput oleh ibu mertuanya. Keluarga juga menyoroti tidak adanya rekaman CCTV di lokasi, serta penghapusan foto jenazah oleh pihak keluarga mantan suami di ruang jenazah.Saat ini jenazah Winda telah dimakamkan.

Sementara mantan suami korban masih menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Sumatera Utara.

Penyidik menyatakan masih mendalami motif peristiwa ini yang diduga berkaitan dengan persoalan internal keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *