Tanah Karo

Terima Kuasa, KCBI ‘Siap Tempur’ Lawan PT.YFF

JARINGANNEWS|KARO – Setelah menerima amanah dari Pimpinan Pusat LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (PP LSM KCBI), Joel B Simbolon, S.Kom, akhirnya, Ketua PC LSM KCBI Kabupaten Karo, Rudi Surbakti, memutuskan siap bertarung melawan kekejaman pihak PT. Yong Feng Food, (PT. YFF) Cabang Berastagi, dipimpin YUAN YE terhadap warga karo.

“Maaf buat rekan-rekan yang barangkali dekat dengan yang katanya pengusaha raksasa bergerak di bidang “Menu Jajanan AICE ” yang dikendalikan sejumlah perusahaan besar di NKRI, salah satunya PT. Yong Feng Food, Cabang Berastagi, beralamat di Jln Jamin Gintings, Simp. Desa Raya, Berastagi, Kab Karo, Sumut.

Hampir 1 (Satu) bulan upaya mediasi guna solusi sikap dugaan penipuan dan pembodohan termasuk indikasi perlakuan kesan perbudakan oleh Yuan Ye (34), WAN RRC asal Shandong, terhadap sejumlah pekerjanya yang sebagian besar bagian dari keluarga besar LSM KCBI Karo, tapi dihiraukan oleh para berkompeten.

Implementasi mediasi yang kami lakukan selaku pendamping sesuai surat permohonan 5 (Lima) figur karyawan, tertanggal 2 Nopember 2018, hal itu setara dengan proses “BIPARTIT” sebagaimana telah tertuang dalam Permen Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No. PER.31/MEN/XII/2008, di tingkat daerah, khususnya Kabupaten Karo,” tukas Mhd. Rudi Surbakti, Rabu, (21/11/2018).

Lanjutnya, tahapan perundingan sudah lebih dari 3 kali kita lakukan, bahkan yang terakhir, tepatnya, Jumat, 16 Nopember 2018, sejumlah jajaran LSM KCBI, menghadirkan 5 orang karyawan PT. Yong Feng Food, bersamaan dengan Kabid Ketenagakerjaan Kab Karo, Meliana S SH.

Masih kata Rudi, pada tahapan keterakhir kali, ucap Rudi, 2 (Dua) oknum pihak Tim Pembinaan Dan Pengawasan (Bin Was) Wilayah III Provinsi Sumut, inisial Hutagalung dan Z berkantor di Siantar yang menaungi 7 wilayah Kabupaten se-Sumut, turut hadir bersama Kabid Ketenaga Kerjaan Karo, Meliana S SH, bersama Tim LSM KCBI Karo.

Namun, pada saat itu, tegas oknum yang lama menggeluti LSM di Provinsi Lampung itu, Pimpinan PT. YFF Cabang Berastagi, Yuan Ye, tidak berkenan hadir, walau sudah berkali kali pihak Disnaker Karo, dan Provsu menghubungi Yuan Ye.

“Padahal sebelumnya, Disnaker dari Provinsi dan Karo, sudah berjanji dengan pihak LSM KCBI Karo beserta keluarga (salah seorang perwakilan orangtua pekerja PT.YFF) sebelum melakukan runding final. Namun, Yuan Ye, dengan angkuhnya, berpura pura ke Polres Tanah Karo, berdalih sudah membawa penasihat Hukumnya dari Binjai,” tutup Rudi.

Sementara itu, Sekretaris Koordinator Wilayah (Sekorwil) Sumut Aceh LSM KCBI, Lamhot Situmorang kepada sejumlah Wartawan, Rabu, (21/11/2018) di Sekretariat, Satuan Pelajar Dan Mahasiswa, Jln. Jamin Gintings Komp. Merga Silima, Kabanjahe, Karo, Sumut, mengamini pernyataan Rudi yang juga selaku Ketua Korwil Sumut Aceh.

Dikatakan, sebelum adanya surat permohonan pendampingan dari 5 (Lima) pekerja PT. Yong Feng F, terhadap PC LSM KCBI Karo, atas nama Andy Romi Gintings, Andres Silalahi, Frans Nico Saragi, Abdul Azis Hsb dan Puspita Dewi, tertanggal 02 Nopember 2018, pihaknya (KCBI) sudah melakukan mediasi kepada Yuan Ye, melalui Ketua SAPMA Aditya AY Tarigan dan Ketua KSM Berastagi Brama Gintings.

“Pada Hari Selasa, Tanggal 30 Oktober 2018, sekira pukul 19.00 Wib, ada 6  orang pekerja PT.Yong FF datang ke Sekretariat SAPMA KCBI Kab Karo, mengeluhkan bahwa realisasi gaji mereka tidak sesuai dengan yang dijanjikan pihak PT.YFF pada saat interwiew, sebesar Rp. 2.619.234, sesuai ketentuan.

Karena kita memahami, soal Upah Minimum Kabupaten (UMK),  sesuai Keputusan Gubsu Nomor : 188.44/639/ KPTS/2017,  yang mana pada Poin I dinyatakan bahwa Upah Minimum Kabupaten Karo sebesar Rp. 2.639.234, keesokan harinya, Rabu, 31 Oktober 2018, sekira pukul 14.00 Wib, bersama pekerja, kita langsung ke Disnaker Karo dan bertemu Kabid, Meliana S SH.

Saat itu, ibu Meliana S SH, terkejut atas tindakan sewenang-wenang tanpa koordinasi dengan pihaknya berkaitan upah pekerja.  Saat itu, beliau (Meliana) berjanji akan segera menindaklanjutinya ke pihak PT. YFF secara baik-baik,” ketus Lamhot.

Lanjutnya, menguatkan capaian positif demi kekondusifan, melalui oknum penerjemah atas nama Yuli, bebernya lagi, lewat aplikasi WA, dirinya sudah menjelaskan keluhan buruh ke Yuan Ye, hingga Rabu Malam, sekira pukul 20.12 Wib, 2 oknum LSM KCBI yang ditusnya melakukan pertemuan di Kantor PT.YFF Jln Jamin Gintings Berastagi.

Pada saat itu, ucap Lams, setibanya di Kantor PT.YFF, utusan Tim KCBI terdiri Ketua KSM PP LSM KCBI Berastagi, Brama Gintings dan Ketua Satuan Pelajar Dan Mahasiswa (SAPMA) LSM KCBI Karo, Aditya Armi Yudah Tarigan, langsung dikadoi sock terapy oknum berseragam yang diduga keras dipanggil Yuan Ye.

Walau cara “Yuan Ye”, berkesan Kuta Kuta Nari (KKN) alias kampungan, namun tidak memicu Mis Komunikasi antara utusannya dengan pihak PT.YFF, karena sesuai pernyataan Lams, sebelumnya dirinya sudah menghubungi penerjemah PT.YFF berma Yuli, bahwa tujuan kedua oknum utusannya tidak lain guna menempuh solusi positif.

“Semua penjelasan saya ini penuh bukti-bukti otentik. Tapi, hal miris bagi kami, keesokan harinya lagi, tepatnya Kamis 01 Nop 2018, pihak PT. YFF melalui Kacab Berastagi, YUAN YE, melakukan PHK secara sepihak terhadap 5 pekerja tersebut.

Herannya, sudah di PHK secara sepihak, pesangon tidak ada, selama ini pekerja tidak pernah terima lembur walau bekerja sering hingga jam 1 malam. Hal yang mengindikasikan bahwa tindakan Yuan Ye, sudah melampaui batas yang berkesan suatu perlakuan perbudakan,  karena Yuan Ye tidak menyerahkan upah 5 pekerja bulan oktober.

Wah, kalau itu langsung memang saya ponis bahwa si Yuan Ye memang benar-benar sosok penjajah berdarah dingin yang terduga keras dilindungi sejumlah instansi terkait, kita punya bukti-bukti A1. Itu dikuatkan, ketika kami melakukan runding final, bersama pihak Disnaker Trans Provinsi Sumut, dari BIN WAS Wilayah III dan Disnaker Karo,” ujar Lams.

Lams juga mengaku, bahwa atas tindakan berkesan mengandalkan “A Buse Of Power” oleh Yuan Ye, status penelusuran LSM KCBI Karo soal kasus tersebut mengalami peningkatan kepercayaan dari pihak “Pendamping” menjadi “Kuasa Penuh” tindaklanjut secara Yuridis, dari ke 5 oknum buruh PT.YFF, yang terkesan telah diperbudak oleh Kepala Cabang Berastagi PT. YFF.

Kesempatan itu, Lamhot Situmorang juga meminta agar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tarnsmigrasi   Fransisco Bangun, membuka Hati Nurani, soal berdiri tegaknya oknum ‘Penjajah Berdarah Dingin’ di Karo, diduga keras telah melakukan aksi kejahatan tertentu berkesan ‘Perbudakan’ terhadap warga Bumi Turang (Tanah Karo).

“Dalam konteks ini, saya Lamhot Situmorang, secara pribadi sangat berharap kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara, Bapak Fransisco Bangun, agar melakukan “Tindakan Pro Rakyat” yang setimpal dengan perbuatan pihak PT. Yong Feng Food yang dilakoni oleh Yuan Ye.

Terus terang, saya juga merupakan bagian oknum yang bersejarah ‘Perjuangan Pedih’ di Karo, atas sikap penjajah zaman dulu.Walau tidak tersurat,setidaknya tersirat dengan fakta yang erat kaitannya dengan sosok bergaris keturunan “Bangun”. Besar harapan saya, kiranya Bapak Fransisco Bangun, bertindak dengan sikap seorang titisan sosok Pejuang Nasional yang dikenang figur Pahlawan yang luar biasa dalam membela kebenaran.

Silahkan si Yuan YE mencambuk-cambuk tubuh kita, memitah mitah tangan kita demi meraup keuntungan besar dari Tanah Karo, tapi jangan sampai pihak PT. Yong Feng Food, atas nama Yuan Ye, menginjak injak “Marwah” Warga Bumi Turang yang sama-sama kita ketahui adalah Kota Pertempuran Pertumpahan Darah dalam merebut Kemerdekaan RI. Bisa panjang ceritanya,” Pinta Situmorang. (Tim Jnews-ARG-And-FNS-AAHSB/Kobol/Agus ).

pasang iklan disini
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Baru update

To Top