Kolom

Swangro Lumbanbatu Memaparkan Visi dan Misinya Dihadapan Generasi Muda Kabupaten Samosir

Jaringannews, Samosir – Swangro Lumbanbatu menyatakan kesediaannya sebagai Bakal Calon Bupati Kabupaten Samosir. Hal Itu ia sampaikan setelah menggelar bincang-bincang mengangkat tema “Kabupaten Samosir Tanpa Money Politic, beberapa waktu lalu.

Dihadapan masyarakat khususnya anak muda di Samosir, Swangro menyatakan kesediaannya maju sebagai Bakal Calon Bupati Kabupaten Samosir (19/10) di Kopi Parsaoran (Koran) Pasar V Medan.

Pemaparan Visi dan Misi dilakukan oleh Swangro Lumbanbatu untuk mengajak para kaum milenial berpartisipasi untuk memberikan gagasan dan idenya. Adapun visi yang diusung adalah. Terwujudnya Pembangunan Kabupaten Samosir yang Berkelanjutan (Sustainable) dengan Konsep Marsiadapari (gotong royong).

Adapun 9 misi tersebut yaitu :
1. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif.
2. Membangun infrastruktur di desa-desa untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat.
3. Meningkatkan kemampuan petani untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
4. Menjamin BUMD sebagai salah satu cara pengembangan ekonomi (sektor pertanian dan pariwisata).
5. Memastikan tersedianya pelayanan Pendidikan dan kesehatan yang terjangkau, merata dan berkualitas.
6. Menjamin Perda Tanah Adat untuk melindungi tanah adat masyarakat.
7. Memajukan kebudayaan lokal melalui peningkatan, perlindungan, pembinaan, pengembangan dan memanfaatkan nilai-nilai kearifan local untuk menunjang pariwisata.
8. Menjadikan kabupaten Samosir sebagai kabupaten yang ramah terhadap anak dan perempuan.
9. Membangun sarana dan prasarana olahraga dan kesenian sebagai wadah pengembangan kreativitas.

Sesi ini mengundang atensi pemuda yang hadir dalam kegiatan tersebut. Adapun melalui sesi ini, para pemuda bisa menanyakan langsung apa yang menjadi fokus dan harapan mereka melalui para kontestan yang akan ikut dalam kontestasi politik di kabupaten Samosir.

Isu yang menarik perhatian mereka adalah bagaimana bakal calon memberikan perhatiannya kepada isu pertanian, perlindungan tanah adat, pengelolaan air bersih, pengadaan sarana dan prasarana bagi potensi pemuda dan isu terkait anak dan perempuan.

Melalui sesi tanya jawab, Fitri Mega Boru Simbolon mengungkapkan sebuah kebanggaannya ketika sebuah bakal calon ada yang mengangkat isu perempuan dan anak di dalam misinya. Ini sebuah isu yang langka dan penting, tidak banyak kepala daerah yang menganggap bahwa isu perempuan dan anak perlu untuk diangkat.

Keinginannya tidak hanya sekedar bagaimana memberikan fasilitas publik untuk anak dan perempuan. Akan tetapi bagaimana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta pemberian kesempatan kepada perempuan dan laki-laki itu mulai disadarkan kepada masyarakat.

Pemuda lain yang ikut dalam kegiatan ini juga memberikan saran bagaimana jika ada perguruan tinggi di Kabupaten Samosir untuk menunjang pendidikan kembali merata dan berkualitas.

Menjawab pertanyaan tersebut, Swangro Lumbanbatu menyatakan bahwa beliau siap dan akan menggodok kembali terkait pendirian perguruan tinggi tersebut. Hal ini karena belum ada penelitian lebih dalam untuk mengetahui potensi pendirian perguruan tinggi tersebut.

Diskusi yang berlangsung selama tiga jam dengan kehadiran pemuda asal Samosir memberikan kesan tersendiri bagi kaum milenial. Melalui diskusi ini, keterwakilan suara yang biasanya diklaim adalah dari milenial benar-benar mengajak kaum milenial ikut berpikir dan berpartisipasi.

Alfred Simbolon, pemuda asal Huta Na Mora Kecamatan Pangururan, Samosir anak dari pengrajin Batubara yang dikunjungi beberapa pekan lalu oleh Swangro Lumbanbatu mengatakan bahwa kegiatan ini mengembalikan semangat kami para pemuda untuk memikirkan tanah kelahiran kami. Harapannya diskusi seperti ini akan kembali kita gali dan buat lagi untuk mengajak pemuda lebih tanggap akan kondisi tanah kelahiran. (Gb/jn)

pasang iklan disini
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Baru update

To Top