Daerah

Oknum ASN Samosir Dituding Jual Tanah Bukan Miliknya

JARINGANNEWS-SAMOSIR |Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Samosir, berinisial Laspayer S.Sos, (45), Warga Desa Siopat Sosor, Kec Pangururan, Kab Samosir, Sumut, dituding keras telah menjual sebidang tanah seluas kurang lebih 200 M2, diduga bukan miliknya.

Tudingan indikasi penggelapan lahan tanah yang terletak di Lumban Sipangkar II (Dua), Desa Huta Bolon, Parbaba, Kec Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumut, tersebut, mencuat dari Bangun Silalahi Spr, Sabtu, (5/1/2019) sekira pukul 18.00 Wib, di Desa Huta Bolon, Parbaba, Samosir, Prov Sumut.

Julukan SPr menjelaskan, bahwa lahan tanah warisan leluhurnya bergaris keturunan (Marga) Silalahi Sipangkar seluas kurang lebih 200 M2, di Lumban Sipangkar II Desa Huta Bolon, Kec Pangururan, Kab Samosir, Sumatera Utara, telah dijual oleh oknum ASN Pemkab Samosir bernama Laspayer S Sos.

Menurutnya, oknum ASN tersebut sudah terlalu berani menjual lahan warisan leluhurnya tanpa ada koordinasi dengan pihak-pihak keluarganya bermarga Sipangkar. Padahal lahan tersebut, kata SPr, berstatus milik abangnya atas nama Nasib Sipangkar yang selama ini merantau di Kalimantan.

“Oknum ASN Pemkab Samosir itu sudah terlalu berani menjual lahan tanah leluhur kami, padahal itu masih diikat istilah “Gadai” antara pihak “A” (Leluhurnya) dengan pihak “B” pada Tahun 1950, yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan oknum ASN Pemkab Samosir selaku penjual lahan tersebut.

Nah, dirunut dari sisi Yuridis, perlakuan ini bukan lagi masalah “Perdata”, tapi tindakan oknum ASN itu sudah mengarah ke Kriminal, yakni “Penggelapan”. Jadi, oknum ASN itu harus bertanggungjawab atas perbuatannya,” ujar figur Manager Pemberantasan Korupsi Wilayah Sumut dan Aceh LSM KCBI tersebut.

Sementara itu, amatan Wartawan, ketika pihak keluarga keberatan atas nama Nasib Sipangkar dan pihak keluarga oknum penjual melakukan konfrontir, Sabtu, (5/1/2019), di lahan yang diduga keras telah dijual oknum ASN, salah seorang pihak oknum ASN menyatakan agar leluhur Sipangkar segera mengembalikan uangnya.

“Kembalikanlah dulu uang kami yang dipakai kakek kalian, biar clear masalahnya,” ujar salah seorang pihak Laspayer Sihaloho, S.Sos, disaksikan Wartawan Jaringgannews.com, di lokasi lahan tanah Lbn Sipangkar II (Dua) Desa Huta Bolon, Parbaba, Kecamatan Pangururan, Kab Samosir, Sumut.

Sementara itu, menyikapi situasi, oknum Aktifis Korwil Sumut Aceh LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (Korwil LSM KCBI Sumut Aceh), Lamhot Situmorang Pande, penjelasan salah seorang pihak oknum ASN, dinyatakan sudah menjadi bukti otentik bahwa persoalan lahan tanah tersebut masih diikat dengan utang piutang.

“Perbincangan saat konfrontir yang saya lihat dan dengarkan di Rec Video Visual yang dikrimkan Tim dari Samosir, sudah mengindikasikan bahwa lahan tersebut masih diikat “Gadai” yang erat kaitannya dengan hutang piutang. Jadi, kalau dilirik dari kronologis jual beli sesuai penjelasan Tim kita dari TKP, justru persoalan tersebut berpotensi terdelik Kriminal.

Hanya saja, saya sangat berharap agar persoalan itu dapat diselesaikan dengan cara kekeluargaan, karena sepengetahuan saya, pihak-pihak yang bermasalah bukan siapa-siapa, melainkan secara garis keturunan, mereka itu bagian dari abang adik. Itu haram besar jika dikaji dengan amanah leluhur kita “Silahi Sabungan”.

Hanya saja, jika pihak Sihaloho menganggap pihak Sipangkar bagian dari darahnya sendiri, diharap agar tidak menekan angka Hutang piutang leluhur dulu dengan angka rupiah saat ini. Dalam hal ini, saya sekedar mengingatkan, agar mereka merupakan keturunan “Silahi Sabungan” jangan saling mendiskriditkan satu sama lain.

Itu sama halnya mempermalukan diri sendiri ke publik. Hati-hatilah, jangan pernah ada sombong diantara kita, khususnya diantara kalian. Saya tekankan sekali lagi, agar berhati-hati, karena sesuai Historis, bahwa Silahi Sabungan tidak pernah menganggap Uang dan Harta menjadi Tuhan di Bumi.

Kita harus peka akan amanah leluhur kita. Saya sangat paham amanah itu, karena kami (Situmorang Pande), juga bagian dari Silahi Sabungan. Martondi Namangolu, Marsahala Naung Mate, Sotung Toppu Matipolan, (Yang hidup memiliki “Jiwa”, yang telah meninggal ada “Roh” nya, Awas, Bisa Berpatahan),” pinta Lamhot Situmorang Pande, yang dikenal Timsus Rel Jokowi, sambil mengusap wajahnya, Sabtu, (5/1/2019). (Red-Jnews-Andres766hi/Timsus JKW/Mitra Komando).

pasang iklan disini
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Baru update

To Top