TANJUNG BALAI – Seorang guru P3K di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, menjadi sasaran amukan warga usai sang guru dituding menyerahkan murid laki-lakinya kepada suami untuk dijadikan korban kekerasan seksual.
Kemarahan publik tak terbendung hingga ratusan warga menggeruduk rumah pasangan ini dan videonya viral di media sosial.
Ratusan Warga Arak Pasutri Terduga Pelaku
Dalam video amatir terlihat ratusan warga mendatangi sebuah rumah di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Kamis (23/7/2026).
Suasana memanas ketika warga menuntut keadilan dan meminta pasangan suami istri keluar dari rumah. Massa kemudian mengarak keduanya di jalan dan menghujaninya dengan pukulan.
Aksi geram warga ini dipicu isu kelakuan oknum guru yang diduga membawa murid laki-lakinya sebagai pemuas nafsu sang suami yang memiliki kelainan seksual. Ironisnya, korban merupakan anak yatim piatu.
Polisi yang tiba di lokasi berupaya mengamankan pasutri tersebut dari amuk warga. Meski kewalahan, akhirnya petugas berhasil membawa keduanya ke kantor polisi.
Wali Kota Benarkan Pelaku Istri adalah Guru P3K
Menanggapi kasus tersebut, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim membenarkan bahwa sang istri dari terduga kekerasan seksual terhadap anak itu merupakan oknum P3K paruh waktu.
“Saya menghimbau masyarakat agar menyerahkan dan mempercayai kasus ini kepada penegak hukum,” ujar Mahyaruddin.
Modus Beri HP Lalu Lakukan Pencabulan
Kasi Humas Polres Tanjungbalai Ipda Muhammad Ruslan mengungkapkan, kejadian kekerasan seksual terhadap anak tersebut terjadi pada 14 Mei 2026 lalu.
“Pelaku memberikan handphone kepada korban. Saat korban fokus bermain handphone, pelaku melancarkan aksinya dengan melakukan perbuatan tidak senonoh,” kata Ipda Ruslan, Selasa (28/7/2026).
Hingga kini, pelaku suami sudah diamankan sementara sang istri masih berstatus sebagai saksi. Polisi masih mendalami keterlibatan istri dalam kasus tersebut.
