Daerah

Sudah Tak Digaji Dipecat Pula, PT SIRARA AGUNG JAYA Semena-Mena Dengan Para Pekerja Pelabuhan Paropo. 

Tanah Karo – Sadis, itu kalimat pertama kali saat tim media ditemui seorang mandor proyek pembangunan pelabuhan silalahi tahap dua di Paropo, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Wahyu Hidayat yang mengaku belum dibayarkan gajinya oleh pihak pemegang proyek pelabuhan paropo tahap dua.

Dayat mengungkapkan, sudah tiga Minggu tidak di bayarkan gajinya oleh pihak kontraktor dan hanya diberi pinjaman uang saja yang jumlahnya tidak seberapa alias tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Bahkan biar bisa makan kami sempat ngutang dikedai sebelah rumah untuk beli beras, tanyalah kalau gak percaya sama kedai di sebelah rumah “katanya sambil menyebutkan kede Nainggolan itu.

Dayat mengungkapkan saat ditanyai soal gaji, sepertinya pihak kontraktor selalu membuat alasan-alasan yang terkesan dibuat-buat tanpa ada kepastian pembayaran hingga berujung pemecatan secara sepihak.

“Semacam di iming-imingi akan dibayarkan setelah kerjaan ring balok siap di corlah, setelah inilah, itulah, ternyata begitu siap ring balok bukannya di bayarkan gaji kami, malah diputus kontrak secara sepihak, padahal selama ini saya sudah minjam uang kesana kemari untuk biaya makan pekerja yang jumlahnya puluhan hingga mencapai 14 juta agar mereka bisa mengirimkan uang untuk keluarganya, “ucap Dayat yang kesal karena merasa di bodohi.

Lanjut Dayat mengungkapkan, bahwa berdasarkan faktanya yang ia ketahui, PT. Sirara Agung Jaya yang dikelola oleh perorangan bernama Hendra Nainggolan, telah memberi uang pinjaman kepada pekerja sebesar 70juta, namun menurut pengakuan dari mandor uang itu tidak cukup, karena uang itu untuk mobilisasi anggota kerja dan biaya makan juga hanya untuk pinjaman anggota yang berkerja.

Dokumen kontrak kerja.

“Kalau dihitung gaji kami sesuai kontrak sebesar 195 juta yang artinya masih ada uang sisa sebesar 125 juta lagi apabila pekerjaan kami selesaikan tepat waktu. Jika memang pihak perusahaan mau memutuskan kontrak sepihak terhadap pekerja setidaknya melalui prosedur yang jelas dan diberikan gaji sesuai kesepakatan, apalagi kejadian ini diketahui terjadi sejak lama sebelum kami. Artinya kami ini korban yang ketiga kalinya. “Tutupnya.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi oleh awak media, Agus Nainggolan selaku pengawas lapangan PT SIRARA AGUNG JAYA melalui pesan Whatsapnya mengatakan untuk menanyakan hal tersebut dengan Hendra Nainggolan yang membuat surat perjanjian kontrak kerja dengan Wahyu Hidayat.

“Kalau soal itu coba tanya langsung sama yang buat surat kontrak kerjasama itu.Kalau soal nomor telpon Hendra Nainggolan gak bisa saya kasihkan bang. “Katanya saat membalas pesan WhatsApp.

Faktanya, ketika penandatangan surat kontrak kerja tersebut Hendra Nainggolan tidak ada ditempat sehingga diwakilkan ke Tandru Silitonga selaku pimpro lapangan dan Agus Nainggolan.

Hingga berita ini ditayangkan, Agus nainggolan yang dihubungi berkali-kali enggan memberikan pernyataan apapun alias tidak membalas sejumlah pertanyaan dari awak media, terkesan menghindar.

Namun yang masih menjadi pertanyaan umum adalah, bagaimana bisa kontrak kerja di kelola oleh seorang bernama Hendra Nainggolan, melalui Tandru Silitonga dan Agus Nainggolan, sedangkan pucuk tertinggi pimpinan PT.SIRARA AGUNG JAYA diketahui bernama Subagio.(Adit)

pasang iklan disini
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Baru update

To Top