Medan

Sempat Viral Dan Akhirnya Meninggal Dunia, PSI Sumut Mendesak Kapolda Usut Kematian Salamat Sianipar

JaringanNews, Medan – Partai Solidaritas Indonesia Sumatera Utara mendesak pihak aparat penegak hukum yaitu kepolisian daerah Sumatera Utara agar mengusut tuntas  kasus dugaan kekerasan terhadap Salamat Sianipar  yang sempat viral di media sosial Kamis 22 Juli 2021. Korban penganiayaan di Desa Dusun Bulu Silape, Desa Sianipar II, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatra Utara, diketahui meninggal duni di RSUP H Adam Malik, Medan, Minggu (1/8/). Sore.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesian Sumatera Utara, H.M Nezar Djoeli menyebutkan, apa yang terjadi terhadap korban Salamat Sianipar yang diduga mendapat kekerasan oleh sejumlah warga dan sempat viral sangat disayangkan dan harus di usut tuntas oleh kepolisian Sumatera Utara.

“Orang sedang sakit kenapa harus sampai dianiayai. Apalagi hari ini diketahui korban telah
meninggal dunia di RSUP Adam Malik sore tadi. Selain sakitnya, kita juga menduga dampak kekerasan kemarin mengakibatkan cidera parah, dan salah satu faktor penyebab meninggalnya korban. “Kata Nezar Kepada Wartawan.

Untuk itu, PSI Sumatera Utara meminta kepada Gubernur Sumut, Bupati Tobasa, Kapolda dan Kapolres Toba harus mengusut kejadian tersebut dan menyelidiki motif dibalik penganiayaan itu. Apalagi kejadian itu jelas direkam dan beredar di media sosial.

Menurutnya dalam rekaman sangat jelas bahwa dugaan kekerasan terjadi dilakukan oleh sejumlah orang kepada korban. Dan seharusnya mereka yang diduga terlibat dalam penganiayaan itu harus menjalani pemeriksaan medis dari rumah sakit bila perlu harus di isolasi mandiri .

“Segera diselidiki siapa dalang utama dimulainya kekerasan itu. Negara kita kan negara hukum . Seharusnya kurang tepat ada aksi kekerasan, meski dalam pemberitaan beredar kabar  bahwa korban merupakan pasien Covid19 yang sempat mau menularkan kepada warga, namun bukan berarti harus di aniaya. “Tegasnya.

Selamat Sianipar, pasien Covid-19 yang sempat dianiaya warga karena ingin menularkan virus di Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, belum lama ini, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan, Minggu (1/7/21) sekira pukul 16.30 WIB.

Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik Medan Rossario Simanjuntak membenarkan hal tersebut. “Ya betul,” sebutnya kepada wartawan Minggu (1/8/21) sekira pukul 20.40 WIB.

Ia mengatakan, kalau pasien dirujuk ke rumah sakit Kemenkes RI ini karena positif Covid-19. “Kalau data kami beliau adalah pasien Covid-19,” ucapnya. Dengan hal inilah ia menyebutkan kalau Selamat Sianipar meninggal dunia karena Covid-19. “Ya betul,” jawabnya.

Seorang pria yang dipukuli secara masal dengan membabi buta itu disebut-sebut bernama Selamat Sianipar yang berusia 45 tahun. Amukan masyarakat terhadap warga Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba itu berawal ketika Selamat Sianipar terpapar (positif) Covid-19, dari hasil tes swab antigen.

Lewat postingan video tersebut, sejumlah warga mengikatnya bahkan menariknya dan memukuli dengan kayu sehingga Selamat Sianipar merasa tubuhnya sakit. Menurut warga ketika itu, korban diikat setelah lari dari lokasi isolasi mandiri dan kemudian saat bertemu warga lantas meludahi warga yang ditemuinya.

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Baru update

To Top