Home

Pesona Dewi Catur Kintamani, Siap Manjakan Wisatawan Berlibur ke Bali

Foto: Suasana Awan di Desa Wisata Herbal Catur

JaringanNews,Bali – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Dhyana Pura (Undhira)  yang berprestasi secara akademik maupun non akademik, salah satunya Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) yang berhasil memenangkan hibah Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Tahun 2021.

Kegiatan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tersebut tidaklah mudah mencapai kesuksesan untuk mendapatkan hibah tersebut, karena tim KPUM Universitas Dyana Pura Bali harus bersaing dengan ribuan proposal dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

Keberhasilan itu tidak terlepas dari kualitas proposal yang diajukan oleh tim dengan judul “Harmoni di Balik Awan”.  Pengembangan Edutourism Village Melalui Akulturasi Budaya dan Tanaman Herbal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Catur, Kintamani, Provinsi Bali yang memperlihatkan bahwa Desa Wisata (Dewi) Catur terletak di atas pegunungan yaitu sekitar 1.250 meter dari permukaan laut, sehingga setiap harinya, panorama dengan pemandangan diselimuti awan terpancar di desa ini.

Saat berada disana, Tim PHP2D- KPUM Undhira Bali memberikan pelatihan, pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan kepada masyarakat didaerah tersebut.

Ada dua kelompok mitra yang menjadi sasaran pembinaan dan pemberdayaan yaitu. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang keduanya sudah lama terbentuk, namun, belum maksimal dalam mengembangkan berbagai potensi yang ada di Desa Catur.

Desa Catur Kintamani Bali merupakan daerah yang memiliki akulturasi budaya serta keindahan alam yang menghasilkan berbagai tanaman herbal yang dapat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Selain itu, Desa tersebut juga memiliki daya tarik wisata yang unik, indah, dan memiliki nilai-nilai spiritual. Aspek daya tarik wisata yang terdapat di Desa Catur, antara lain, wisata agro, wisata alam, wisata budaya, dan wisata herbal.

Foto Membersihkan Tempat Wisata di Desa Catur.

Wisata argo merupakan hamparan  perkebunan kopi arabika, buah jeruk, dan perkebunan bunga gumitir. Sedangkan untuk wisata alam, berupa jalur tracking di perbukitan yang di lalui di areal kebun kopi melewati sungai yang jernih serta air terjun tiying seni dan maya dan terdapat  lokasi komplek meditasi di Ashram Padma Indah Lestari.

Sedangkan untuk wisata edukasi masyarakat dapat berwisata petik kopi, dan jeruk. Ada juga peternakan, pembelajaran energi alternatif, pengelolaan limbah kopi, dan outbond.

Foto Tanaman Herbal Bunga Gumitir.

Untuk wisata budaya/religi didaerah ini berupa perpaduan dua kebudayaan dari Hindu Dharma dan Budaya Tionghoa yang unik berada di Banjar Lampu, Komplek Kuburan Etnis Tionghoa, Pura Penyangjangan yang di dalamnya terdapat Kongco Budhha Tionghoa, Pura Pebini yang terkait dengan mitos Dewi Danu.

Selain itu ada tarian lokal Desa Catur berupa Joged yang dikolaborasikan  dengan pertemuan Kang Cing Wie (Cerita Barong Landung) dengan Raja Jaya Pangus yang menjadi cikal bakal adanya alkuturasi dua budaya di Banjar Lampu. Hal lainnya adalah wisata herbal berupa kebun herbal di pekarangan rumah warga dan kebun induk herbal.

Foto Atraksi Tari di Desa Wisata (Dewi) Catur.

Menurut G.A.A Wulan Prameswari Dewi selaku ketua tim menyebutkan, bahwa program PHP2D dilaksanakan dengan menggunakan metode sosialisasi, pelatihan, pendampingan, pengembangan, dan pemasaran berbagai potensi desa yang dikenal dengan sebutan Desa Wisata (Dewi) Herbal Catur.

Meski situasi Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia salah satunya Provinsi Bali, namun tim yang bekerja tetap semangat untuk berkarya, kreatif, dan berinovasi dalam memberikan materi pembinaan dan pemberdayaan kepada Pokdarwis dan KWT di Desa Catur.

Dalam kesempatan itu. Tim PHP2D – KPUM Undhira melakukan penataan dan pembersihan beberapa Pura yang memiliki nilai-nilai historis serta spiritual bagi masyarakat Desa Catur seperti Pura Pebini dan Pura Penyagjagan. Selain itu turut mempromosikan keindahan air terjun tiying seni dan air terjun maya yang eksotis dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Foto Air Terjun Tiying Seni di Desa Catur.

Air terjun tiying seni memiliki tinggi sekitar 40 – 60 meter. Tim memberikan pembinaan dalam pembuatan jalur tracking, papan petunjuk, dan pelatihan kepada pengelola Pokdarwis. Para anggota yang tergabung dalam Pokdarwis juga dibina untuk melestarikan atraksi budaya seperti tari-tarian, tabuh, gamelan, dan sebagainya.

Keunikan budaya inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, karena setiap wisatawan akan mendapatkan kepuasan ketika berwisata di Desa Catur, karena akan disuguhkan dalam suasana alam yang sejuk dengan pemandangan tanaman yang hijau dan hamparan perkebunan herbal, kopi, jeruk, sayur-mayur, dan lainnya. “Kata Wulan Prameswari Dewi.

Foto Pura Pebini di Desa Catur.

Didesa ini tnaman herbal dijadikan berbagai macam produk olahan herbal yang bermanfaat bagi kesehatan antara lain. Healing oil, minyak akupresur, permen berbahan jeruk, massage oil, boreh, scrub, sirup pegagan, teh herbal, dan sebagainya. Salah satu yang unik dari produk herbal yang dihasilkan oleh KWT yaitu limbah dari kulit kopi dan limbah dari daun kopi menjadi teh herbal yang memiliki kadar antioksidan yang cukup tinggi sehingga baik bagi kesehatan.

Menurut Ana Setyowati Ketua KWT menjelaskan, melalui pelatihan dan pendampingan dari PHP2D yaitu mahasiswa maupun dosen Undhira Bali, masyarakat Desa Catur memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam mengolah potensi desanya.

Foto Tim PHP2D KPUM UNDHIRA saat bersama Masyarakat.

Limbah kulit kopi dan daun kopi menjadi produk herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Seperti contoh pengolahan buah jeruk yang kondisinya busuk, melalui tim PHP2D, beragam limbah seperti jeruk, rumah tangga, dan  lainnya diolah menjadi eco enzyme, yang dapat dimanfaatkan oleh petani untuk dijadikan pupuk organik.

“Kelebihan lain dari eco enzyme adalah menetralisir atau mencegah pencemaran udara. “Ungkap Ana Setyowati.

Sementara itu. Dr.Dermawan Waruwu, M.Si selaku dosen pendamping tim PHP2D – KPUM Undhira mengakui keunikan dan keunggulan Desa Wisata Catur yang sudah dikenal oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara, kementerian dan  lembaga-lembaga pemerintah di Provinsi Bali.

Ia menyebutkan, kehadiran tim PHP2D-KPUM Undhira berhasil mendesain kemasan produk herbal, papan homestay, papan petunjuk ke objek wisata, dan pembuatan jalur trekking.,”Pungkasnya.

Dalam pernyataannya, I Wayan Sukarata Kepala Desa Catur mengakui bahwa,  perkembangan Desa Catur sejak hadirnya tim PHP2D dari Undhira Bali semakin tertata baik dari potensi wisata dan masyarakatnya semakin berpatisipasi dalam penataan potensi desa.

“Kami berharap Desa Wisata Catur Bali kedepan semakin diperhatikan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah terutama dalam program PHP2D yang terus berlanjut di tahun-tahun yang akan datang. “Ucapnya.

Lanjut Wulan Prameswari menambahkan, perpaduan antara keunikan alkulturasi budaya dan budidaya tanaman herbal ini menjadikan Desa Catur sebagai Edutorism Village.

Menurutnya, pengembangan konsep Edutourism Village di Desa Catur sangat penting dalam rangka mengimplementasikan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang diprogramkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Senang dengan adanya program ini karena membuat mahasiswa semakin dekat dengan masyarakat, mengerti persoalan yang dihadapi oleh desa, dan semakin kreatif. Konsep Edutourism Village diharapkan akan tercipta keharmonisan di masyarakat, ekonomi semakin meningkat, dan pelestarian budaya serta kebersihan lingkungan terus ditingkatkan oleh semua komponen masyarakat. “Tutupnya.

Click to comment

Tinggalkan Balasan

Baru update

To Top