Bandar Besar Judi Togel/Tolam di Brastagi Diduga Kebal Hukum, Omzet Capai Ratusan Juta Per Hari

Brastagi– Aktivitas perjudian konvensional jenis togel dan tolam kian subur di Kota Brastagi, Kabupaten Karo. Ironisnya, meski marak dan terang-terangan, praktik haram ini diduga dibiarkan aparat, bahkan sang bandarnya disebut-sebut sudah kebal hukum.

Informasi yang dihimpun dari warga Jalan Trimurti, Brastagi, menyebut hampir di setiap sudut desa di Kecamatan Brastagi maupun Dolat Rayat terdapat tukang tulis yang bebas beroperasi di warung-warung kopi dan sejenisnya.

Bacaan Lainnya

Warga bermarga Tarigan (42) yang enggan disebutkan identitas lengkapnya menuturkan, omzet perputaran uang dari togel/tolam bisa mencapai ratusan juta rupiah per hari. Uang tersebut disetorkan kepada seorang bandar besar berinisial “Bur alias Rak” yang sudah menjalankan bisnisnya selama 5 tahun.

“Kalau sore sampai malam, setoran dikumpulkan di warung kopi di tanjakan Jalan Trimurti. Di situlah Bur (bandar) dan orang-orangnya menunggu. Ada juga yang setor lewat transfer rekening, tergantung kepercayaan,” ungkap sumber tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan, praktik bisnis haram tersebut berlangsung hampir tanpa sembunyi-sembunyi. Warung kopi yang disebut menjadi titik pertemuan rekap pun berada di jalur strategis, persis di kanan jalan selepas tanjakan dari arah Pajak menuju Tugu Perjuangan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat khususnya di Kota Berastagi, Kabupaten Karo, mengapa, aparat kepolisian setempat seolah menutup mata.

Publik menduga adanya pembiaran, bahkan keterlibatan oknum sehingga bisnis haram itu tetap aman dan berkembang.

Sementara itu, Kapolsek Berastagi, AKP Hendry Tobing saat di konfirmasi media melalui pesan WhatsApp Sabtu,27 September 2025 malam, hingga berita ini tayang belum menjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *