Medan – Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Universitas Murni Teguh membuka Fakultas Kedokteran (FK). Hal itu disampaikan saat memberi sambutan pada Wisuda Tahun II Universitas Murni Teguh, Rabu (27/11/2025).
Prof. Saiful menjelaskan bahwa pembukaan Program Studi Kedokteran memiliki mekanisme yang jauh lebih kompleks dibandingkan prodi lainnya. Seperti l Proses visitasi yang melibatkan banyak unsur dan jumlah asesor yang jauh lebih besar.
“Untuk membuka FK S1 dan profesi dokter, asesor yang datang bisa mencapai 10 orang.
Ada lima asosiasi profesi yang terlibat, dua evaluator, serta tim dari direktorat kelembagaan. Selain itu, FK juga wajib memiliki 12 dosen spesialis dan 12 dosen S2 dari berbagai sub-bidang ilmu,” ujar Prof. Saiful.
Ia menambahkan, proses visitasi akan lebih mudah apabila universitas memiliki rumah sakit sendiri sebagai tempat pendidikan kedokteran tersebut. Dan untuk Universitas Murni Teguh saat ini sedang berproses untuk usulan prodi baru, sampai batas akhir 14 Desember 2025.
“Batas akhir penilaian berkas dan visitasi usulan prodi baru adalah 14 Desember.“Jika tidak selesai sebelum 14 Desember, prosesnya akan mundur hingga 14 Februari 2026. “Teranya.
11 Fakultas Kedokteran di Sumut, 7 Dibuka pada Masa Kepemimpinan Prof Saiful Sebagai Kepala LLdikti Sumut
Dalam kesempatan itu, Prof. Saiful memaparkan perkembangan pembukaan FK di Sumatera Utara. Saat ini terdapat 11 fakultas kedokteran, dan tujuh di antaranya dibuka pada masa kepemimpinannya.
“Enam FK berada di PTS, sementara PTN hanya satu, yaitu Unimed. Ini menandakan bahwa PTS semakin berkembang dan berperan besar dalam pendidikan kedokteran,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tingginya jumlah dosen yayasan yang berhasil lulus sertifikasi di wilayah kerjanya.
“Dosen yayasan yang menerima sertifikasi mencapai 85%, sedangkan dosen PNS hanya sekitar 15%. Ini bukti bahwa pemerintah mendorong peningkatan kualitas dosen di PTS,” katanya.
90% Penerima KIP Kuliah Berasal dari PTS
Prof. Saiful turut mengungkapkan bahwa jumlah penerima KIP Kuliah di Sumut mencapai 27.000 mahasiswa, lebih tinggi dibandingkan DKI Jakarta yang berjumlah sekitar 25.000. Dari angka tersebut, sekitar 90% merupakan mahasiswa PTS.
“Walaupun ada USU, Unimed, Polmed, dan UIN, PTS tetap mendominasi penerima KIP Kuliah, baik jalur reguler maupun jalur politisi,” ujarnya.
Dorong Murni Teguh Kembangkan Prodi Digital dan Berbasis Teknologi
Menutup sambutannya, Prof. Saiful mendorong Universitas Murni Teguh untuk membuka program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masa depan, terutama sektor digital dan teknologi informasi.
“Saya berharap Murni Teguh membuka prodi terkait data mining, data analysis, sistem administrasi rumah sakit berbasis IT, serta administrasi kesehatan berbasis digital. Ke depan semuanya akan mengarah pada digitalisasi, dan PTS harus siap bersaing,” tegasnya..
