DELI SERDANG— Dugaan pembiaran terhadap aktivitas ilegal di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali mencuat. Warga menuding Polsek Pancur Batu seolah menutup mata terhadap keberadaan barak narkoba dan arena judi tembak ikan yang beroperasi bebas di kawasan Bandar Baru.
Pantauan lapangan menunjukkan sejumlah lokasi barak narkoba dan mesin judi berdiri terang-terangan di sepanjang Jalan Jamin Ginting, bahkan tak jauh dari kantor pemerintahan dan pos aparat. Aktivitas berlangsung siang dan malam tanpa gangguan berarti.
“Sudah sering kami laporkan, tapi tetap saja buka. Pernah digerebek, dibakar, tapi balik lagi. Seolah polisi sengaja diam,” ujar seorang warga Bandar Baru, Senin (13/10/2025).
Keresahan masyarakat semakin meningkat. Kawasan Sibolangit yang dikenal sebagai destinasi wisata alam kini berubah menjadi sarang peredaran narkoba dan pusat judi.
“Banyak anak muda rusak karena narkoba. Tapi bandar seolah kebal hukum,” tambah warga lainnya dengan nada kecewa.
Ada Nama JA–Ya dan Pa–Lobar.
Dari penelusuran warga, diduga dua nama disebut-sebut menjadi sosok di balik bisnis haram itu.
Di Jalan Besar Medan–Berastagi tepatnya di kawasan Hotel Ateng Atas dan Nirwana beroperasi dua mesin judi tembak ikan dan aktivitas narkoba yang diduga dikendalikan JA alias Ya — dikenal warga sebagai bandar besar sekaligus pemilik mesin.
Sementara di warung makan Palobar, yang berlokasi tak jauh dari Tikungan Amoy — perbatasan Sibolangit dan Tanah Karo — warga menyebut aktivitas serupa dikelola oleh Pa alias Lobar.
“Keduanya bebas jalan, padahal semua orang tahu mereka bandar,” kata sumber terpercaya kepada wartawan.
Diduga Ada “Setoran Rutin” ke Oknum
Beberapa sumber menuding kuat keberlangsungan bisnis haram ini tidak lepas dari adanya “setoran rutin” kepada oknum aparat.
“Kalau tidak ada yang main belakang, tak mungkin bisa aman begini. Kadang tutup sebentar, terus buka lagi,” ujar seorang sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.
Ironisnya, lokasi-lokasi tersebut hanya berjarak sekitar satu kilometer dari kantor Camat, Koramil, dan Pos Polisi Bandar Baru Namun hingga kini, belum terlihat langkah penindakan tegas dari aparat penegak hukum (APH) maupun pemerintah setempat.
Polsek Pancur Batu Bungkam.
Kapolsek Pancur Batu, Kompol Djanuarsa, SH belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi melalui pesan singkat dan telepon.
Sementara itu, masyarakat berharap Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H.turun langsung menindak dugaan pembiaran tersebut.
“Kalau Kapolda tidak turun, citra Polri makin rusak di mata masyarakat. Warga sudah muak,” ucap tokoh masyarakat setempat.
Untuk memastikan informasi ini diketahui pimpinan Polda Sumut, awak media juga telah mengirimkan pesan konfirmasi langsung kepada Irjen Whisnu melalui WhatsApp.
Catatan Redaksi:
Fenomena maraknya peredaran narkoba dan judi di kawasan wisata Sibolangit menjadi tamparan bagi aparat penegak hukum. Masyarakat menunggu langkah nyata — bukan sekadar operasi sesaat yang berakhir tanpa hasil.