Jaringan News

Sampah Tercatat, Alam Terjaga: Digitalisasi ala Dosen Undhira di Ekowisata Denpasar

Denpasar, Bali – Langkah konkret menuju pengelolaan lingkungan berbasis teknologi diwujudkan oleh Program Studi Sistem Informasi Universitas Dhyana Pura (Undhira) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Digitalisasi Data Pengelolaan Sampah di Kawasan Ekowisata Mangrove Segara Guna Batu Lumbang”.

Selama dua bulan, sejak 13 September 2025, tim dosen dan mahasiswa Undhira bekerja sama dengan pengelola ekowisata serta 12 nelayan lokal yang selama ini menjadi garda depan kebersihan kawasan mangrove. Tujuannya, mengganti pencatatan manual dengan sistem informasi digital yang efisien, akurat, dan mudah diakses.

Sistem ini dirancang untuk mendata jenis dan volume sampah pilahan yang dikumpulkan setiap hari. Melalui dashboard visual dan laporan otomatis, pengelola kini dapat memantau perkembangan kebersihan kawasan secara real-time.

Tak hanya itu, sistem juga memungkinkan pelaporan langsung ke mitra pengelola sampah seperti ecoBali Recycling, sehingga data dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Tim pelaksana PKM terdiri dari Iefan Datya Aulia, S.T., M.T., Agus Tommy Adi Prawira Kusuma, S.T., M.T., dan Ida Bagus Neo Kurnia Amadea. Mereka berkolaborasi dengan Ekowisata Mangrove Segara Guna Batu Lumbang yang dipimpin oleh Wayan Kona Antara, dibantu staf ekowisata I Wayan Pasek Pastika dan Anita Wijayaningtyas Utami.

Hasilnya nyata. Efisiensi pencatatan meningkat hingga 70 persen, sementara akurasi data mencapai 95 persen. Para nelayan kini mampu mendokumentasikan hasil kerja mereka langsung melalui ponsel. Data pun tersimpan rapi dan bisa diakses kapan saja.

Ketua Ekowisata Mangrove, Wayan Kona Antara, mengapresiasi inovasi ini.“Sistem ini sangat membantu kami dalam melihat data pengumpulan sampah secara langsung dan membuat laporan yang lebih akurat,” ujarnya.

Senada, Anita Wijayaningtyas Utami menyebut pelatihan yang diberikan sangat mudah dipahami.

“Sekarang para nelayan bisa mencatat hasil kerja mereka secara mandiri dengan ponsel sendiri,” tambahnya.

Meski begitu, pelaksanaan program ini tak lepas dari tantangan mulai dari keterbatasan sinyal internet, perbedaan literasi digital, hingga kebutuhan pemeliharaan sistem jangka panjang.

Tim Undhira pun merekomendasikan pengembangan versi offline, pelatihan lanjutan, dan dukungan CSR dari mitra industri agar sistem ini terus berkelanjutan.

Inisiatif digitalisasi pengelolaan sampah ini bukan sekadar inovasi teknologi, tetapi juga wujud nyata komitmen Undhira dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 11 tentang kota berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, SDG 14 tentang ekosistem laut, dan SDG 17 tentang kemitraan global.

Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi dan komunitas lokal mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan lingkungan.

Digitalisasi bukan hanya tentang data, tapi tentang membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga bumi.

Exit mobile version