Medan — Sepekan pasca banjir besar yang melanda Kota Medan dan sejumlah wilayah sekitarnya, kebutuhan air bersih menjadi persoalan paling mendesak bagi warga terdampak. Di tengah kondisi darurat itu, Perumda Tirtanadi dinilai tampil cepat dan sigap dalam melakukan pemulihan layanan.
Ketua Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 Sumatera Utara (PD-14 Sumut), Muhri Fauzi Hafiz, mengapresiasi langkah cepat (gercep) yang dilakukan Direktur Utama Perumda Tirtanadi bersama seluruh jajarannya.
“Kami mengamati upaya baik yang cepat tanggap sudah dibuktikan dalam masa pasca banjir ini. Gercepnya Dirut Tirtanadi menjadi bukti bahwa Tirtanadi siaga satu hadir memenuhi kebutuhan masyarakat. Alhamdulillah, semoga bisa dipertahankan,” ujar Muhri Fauzi Hafiz kepada wartawan di Medan, Kamis (4/12/2025).
Pemulihan Dikebut, Pompa Dan Fasilitas Produksi Terendam
Dari laporan sebelumnya, upaya pemulihan layanan air minum oleh Tirtanadi masih terus dilakukan pasca curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Sumut pada 25–27 November 2025. Banjir dengan ketinggian mencapai dada orang dewasa tersebut merendam berbagai fasilitas produksi dan distribusi air bersih.
Di sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA), seluruh pompa terendam, sehingga membuat petugas harus bekerja ekstra memperbaiki berbagai unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), mulai dari pompa transmisi, booster pump, hingga jalur distribusi.
Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Ardian Surbakti, menyampaikan bahwa progres perbaikan jaringan dan fasilitas layanan di Medan telah mencapai 90 persen. Ia juga terus memotivasi seluruh tim agar menjaga profesionalitas demi mempercepat normalisasi aliran air ke rumah warga.
“Dalam Situasi Bencana, Tirtanadi Tetap Melayani”
Muhri Fauzi Hafiz menilai kemampuan Dirut Tirtanadi, Andi memimpin pemulihan layanan di situasi darurat patut diapresiasi.
“Hebat la, dalam situasi seperti ini, kondisi banjir hampir merata di semua daerah pelayanan, saudara Ardian sebagai Dirut mampu memberikan pelayanan. Kalau pun ada kekurangan, itu sangat wajar. Kami paham situasinya, apalagi tidak hanya Medan, Deli Serdang, Tapanuli Selatan, hingga Tapteng juga mengalami gangguan fasilitas SPAM akibat banjir,” tegas Muhri.
Ia berharap konsistensi dan kesiapsiagaan Tirtanadi dalam melayani masyarakat tetap terjaga, terutama di masa-masa pemulihan bencana.