Tanah Karo,— Aktivitas perjudian jenis dadu kopiok di Desa Bertah, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo kembali mengemuka. Meski telah berkali-kali disorot media, arena judi yang oleh warga dijuluki sebagai “Las Vegas-nya Tanah Karo” itu justru semakin semarak dan terus beroperasi hingga larut malam.
Pantauan di lapangan pada 20 November 2025 sekitar pukul 00.25 WIB, aktivitas perjudian masih berlangsung terbuka. Selain dadu kopiok, di lokasi yang tak jauh dari area tower telekomunikasi itu juga ditemukan mesin judi tembak ikan.
Sumber warga menyebut, pengelola judi berinisial LGS (sipil) diduga mendapat backing oknum TNI berinisial Damanik. Mereka dikabarkan mampu meraup omzet hingga ratusan juta rupiah perhari.
Yang lebih mengejutkan, warga menduga Kapolsek Munte sengaja membiarkan aktivitas ilegal tersebut. “Sudah seminggu kami tidak bisa tidur. Berisiknya luar biasa. Kami heran, kok bisa polisi diam saja,” ujar salah seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi.
Seorang ibu rumah tangga bermarga Sembiringp mengaku resah karena kawasan itu berulang kali dijadikan lokasi perjudian. Ia meminta Polsek Munte maupun Polres Tanah Karo segera menutup dan menindak para pengelolanya.
“Sudah meresahkan. Ternak warga hilang, alat pertanian juga ikut lenyap. Tolong ditutup, jangan biarkan kampung ini hancur,” tegasnya.
Warga, terutama dari kalangan ibu-ibu, mulai geram karena merasa aparat tidak bertindak. Mereka bahkan mengancam akan turun langsung membawa cangkul untuk menghancurkan arena dan fasilitas perjudian bila praktik itu masih tetap beroperasi hari ini.
Warga kini menunggu langkah tegas aparat penegak hukum. Bila tidak segera dihentikan, potensi konflik horizontal dikhawatirkan tak bisa dihindari.
