Grebek THM Capital Building Bocor, Johan Merdeka: Pemilik Kebal Hukum, Polrestabes Medan “Masuk Angin”

Medan – Lima tahun sudah, Sumatera Utara menyandang predikat suram sebagai salah satu provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Predikat “juara” itu menjadi alasan aparat Polrestabes Medan turun tangan melakukan razia ke sejumlah tempat hiburan malam.

Jumat (26/9) dini hari, giliran “Capital Building” salah satu gedung hiburan terbesar di Jalan Putri Hijau, Medan Barat, menjadi target. Polisi bergerak menyisir ruang demi ruang. Tiga puluh tiga orang pengunjung kemudian digiring untuk tes urine.

Bacaan Lainnya

Hasilnya? Nihil. Tak seorang pun positif narkoba.

Kabar ini memantik kritik. Johan Merdeka, Juru Bicara Presidium Aliansi Masyarakat Sumatera Utara (AMAU), menyebut razia tanpa hasil adalah bukti lemahnya perencanaan aparat.

“Dana operasional razia itu uang rakyat. Kalau hasilnya selalu nol, wajar kalau publik bertanya-tanya. Harus ada analisa, harus dievaluasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Johan mengungkap dugaan adanya kekuatan besar di balik layar. Pemilik Capital, berinisial “A”, disebut-sebut punya pengaruh kuat yang mampu mengendalikan arah politik hingga aparat penegak hukum di Sumut.

“Tidak heran kalau razia bocor dan masuk angin. Apalagi, razia justru dilakukan di luar akhir pekan, padahal malam minggu atau malam senin adalah puncak keramaian,” pungkas Johan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *