“Edukasi Kesehatan Era Baru: QR Code PIK Undhira Permudah Pasien Mendapat Informasi”

Denpasar, Bali — Upaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat memasuki babak baru. Program Studi Perekam dan Informasi Kesehatan (PIK) Universitas Dhyana Pura (Undhira) menghadirkan inovasi edukasi kesehatan berbasis barcode (QR Code) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Praktik Mandiri Perawat Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa, S.Kep., M.Kes. Program ini digelar berkelanjutan selama tiga bulan, Oktober—Desember 2025

Tidak sekadar pendampingan rutin, kegiatan ini menekankan transformasi cara fasilitas kesehatan primer memberikan edukasi. Dimulai dari pengenalan konsep edukasi digital, penyusunan konten kesehatan, hingga pelatihan pembuatan poster digital yang memuat materi Prolanis seperti diabetes melitus dan hipertensi serta Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), termasuk tanda bahaya kehamilan, imunisasi dasar, hingga pentingnya ASI eksklusif.

Bacaan Lainnya

Langkah inovatif muncul ketika seluruh materi dikonversi ke bentuk QR Code. Barcode tersebut dipasang di ruang tunggu dan titik strategis pelayanan, memungkinkan pasien mengakses informasi kesehatan hanya dengan satu kali pindai melalui ponsel mereka.

Cara ini dinilai efektif, murah, dan menjawab tantangan minimnya waktu edukasi di fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemilik Praktik Mandiri Perawat, Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa, menyebut inovasi ini sebagai terobosan penting.

“Informasi jadi lebih dekat dengan pasien. Mereka bisa belajar mandiri kapan saja hanya dengan memindai barcode. Ini benar-benar membantu meningkatkan kualitas pelayanan,” tegasnya.

Ketua Pelaksana PKM, Gusti Ayu Mutiara Karismayani, menekankan bahwa keberlanjutan program ini menjadi kunci keberhasilan.

“Kami mendesain pendampingan dalam beberapa tahap agar transfer pengetahuan berjalan optimal. Harapannya, media barcode ini terus dimanfaatkan sebagai alat edukasi digital yang mudah dan praktis,” ujarnya.

Inovasi sederhana namun berdampak ini menjadi contoh bagaimana teknologi dapat diadopsi secara efisien di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Program Studi PIK Undhira menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemanfaatan teknologi digital demi meningkatkan literasi kesehatan masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *